Berawal Dari Kedai Kecil, Kini Brain Coffe Jadi Hidden Gem Favorit Arek Suroboyo!

 

Pegawai terlihat sibuk merekap data dan menyiapkan pesanan pelanggan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan (Foto:Jasmine Azizah)

Surabaya — Di tengah banyaknya coffee shop di Surabaya yang terkenal, Brain Coffee menjadi salah satu coffee shop yang tidak pernah sepi pengunjung. Meskipun akses yang cukup sempit dan tidak berada di jalan besar, bukan menjadi penghalang. Justru membuat Brain Coffee memiliki ciri khas tersendiri bagi para penikmat kopi di Surabaya.  

Berdiri pada tahun 2018, berawal dari sebuah kedai kecil. Menu yang disajikan dari tahun ke tahun tetap konsisten, namun tentu hadir dengan inovasi yang terbaru. Brain Coffee terus melakukan pengembangan hingga renovasi yang membuat Brain sampai di titik ini. Pihak Brain sendiri awalnya tidak menyangka akan menjadi sebesar ini dan memiliki banyak pelanggan setia. Namun di balik ramainya pengunjung, ada keluhan yang terdengar dari customer terutama terkait akses menuju cafe yang sulit. Meski demikian, Brain menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk membuka cabang atau melakukan ekspansi ke tempat lain.

Keputusan untuk tidak membuka cabang ini jelas. Brain Coffee ingin mempertahankan kualitas dan identitasnya yang sudah ada sejak awal. Brain Coffee dapat mempertahankan kesan unik dan tetap menjadi coffee shop yang tersembunyi dengan tetap berada di satu tempat. Ini juga membantu mereka mempertahankan rasa, layanan, dan suasana yang menjadi ciri khas mereka. 

“Kita di sini memang mengusung konsep slow bar dan memang menjadi ciri khas kita adalah coffee shop hidden gem,” ujar Dani, barista Brain Coffee.

Pengunjung memenuhi area kafe, menciptakan suasana hangat dan ramai sepanjang waktu operasional (Foto:Jasmine Azizah)

Konsep bar lambat menunjukkan bahwa pembuatan kopi dilakukan dengan lebih hati-hati dan tidak terburu-buru, dengan prioritas kualitas rasa daripada kecepatan penyajian. Orang yang datang tidak hanya membeli minuman, mereka juga menikmati bagaimana barista membuat kopi. Brain Coffee mengutamakan interaksi antara barista dan konsumen.

Menu-menu yang disajikan di Brain Coffee relatif affordable dengan rasa dan kualitas yang diberikan, tidak heran jika coffee shop ini tidak pernah sepi pengunjung bahkan di awal jam buka mereka sekalipun. Menu best seller di coffe shop ini adalah Salted Popcorn Caramel, perpaduan antara rasa manis dengan gurih menjadi kombinasi yang banyak disukai oleh para pengunjung. Mereka tidak hanya menyediakan minuman saja, tetapi juga ragam makanan yang bervariasi dengan rasa yang bisa diadu dengan coffee shop besar lainnya.

Sajian minuman segar hadir melengkapi momen bersantai pengunjung di kafe (Foto:Jasmine Azizah)

Selain menu best seller tersebut, Brain Coffe juga menyediakan jenis-jenis kopi lainnya. Tentu tidak ketinggalan menu non-coffee mereka, Variasi makanan mulai dari makanan ringan hingga makanan berat tersedia, sehingga pengunjung dapat datang untuk makan atau bekerja dalam waktu yang cukup lama.

Meskipun mengusung konsep slow bar dan memiliki ciri khas coffee shop hidden gem, hospitality disini menjadi hal yang menonjol yang banyak di highlight oleh para pengunjung. Menu yang disajikan juga selain instragamable, rasanya juga bisa bersaing dengan harga yang affordable. Hal-hal tersebut yang menjadi nilai tambahan untuk coffee shop satu ini. Tidak heran jika ulasan positif mengenai coffee shop ini di media sosial sudah sangat banyak, bahkan bisa dibilang tempat ini sudah mendapatkan label “approved” dari para pecinta kopi dan pengunjung setianya. Brain Coffee berharap, semua pengunjung setianya selalu puas dengan pelayanan dan kualitas yang mereka berikan selalu yang terbaik

Brain Coffee berhasil bertahan di tengah persaingan coffee shop yang semakin meningkat di Surabaya dengan konsistensi rasanya, layanan yang ramah, dan ide tempat yang nyaman. Brain Coffee bukan hanya tempat untuk minum kopi, tetapi juga tempat orang berkumpul, bekerja, dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Infografis Mengenai Brain Coffee (Foto:Jasmine Azizah)


Penulis: Jasmine Azizah Nur Inayah (24043010201) 

Editor: Daimler Mahendra Rakawardhana (24043010127)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama