Viral Abis! Tahu Kocek Bu Zizi Diserbu Warga Surabaya

Banner tahu kocek Bu Zizi Jember cabang depan pom Mulyosari (Foto: Lovita Fatihah Fijirin)

Surabaya - Di tengah hiruk-pikuk kuliner di Indonesia yang tidak ada habisnya, muncul fenomena jajanan viral yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Tidak lain tidak bukan yaitu tahu kocek, camilan gorengan yang akhir-akhir tengah viral karena rasanya yang gurih dan pedas. Awalnya jajanan ini tampak sederhana, namun karena keserdahanaan itulah menjadikan warga surabaya penasaran bagaimana rasanya tahu kocek tersebut.
Di sana lah tahu kocek Bu Zizi menjadi pusat perhatian kalangan muda seperti, remaja SMP, SMA, hingga mahasiswa. Potongan tahu yang kecil-kecil memudahkan pembelinya untuk makan dengan lahap, serta pelengkap seperti kubis dan ulekan cabai membuat tahu kocek semakin gurih lagi. Namun, ada yang membuat special dari tahu kocek Bu Zizi ini.
Selain kubis yang menjadi pelengkap tahu kocek Bu Zizi, sosis, siwil, tempura dapat juga ditambahkan ke dalam tahu kocek sesuai dengan minat pembelinya. Ini menjadi pembeda dan inovasi terbaru tahu kocek Bu Zizi dengan tahu kocek yang lainnya. Ini menjadi pertanda bahwa kuliner lokal masih memiliki tempat istimewa di hati warga Indonesia.
“Dari tahun 2025 kami sudah jualan, kalau dulu kami jualan di Seberang pom bensin Mulyosari” Ucap Pingkan (21) karyawan Warung Bu Zizi. Tahu kocek Bu Zizi menjadi fenomena kuliner yang mengesankan karena hingga saat ini rasa dari tahu kocek Bu Zizi tidak pernah berubah dan masih konsisten.
Menu dari warung Bu Zizi cabang depan pom Mulyosari (Foto: Lovita Fatihah Fijirin)

Tiap tahunnya harga bahan baku kadang terus merangkak naik dan mengakibatkan harga jual tahu kocek juga ikut naik, namun anehnya tahu kocek Bu Zizi tetap mempertahankan harga jual yang sama tiap tahunya. “Harganya tetap sama sepuluh ribu aja untuk satu porsi,” kata Pingkan. Tahu kocek Bu Zizi menjadi pengingat bahwa di balik naik turunnya harga bahan baku, konsistensi harga jual patut diacungi jempol. 

Lebih istimewanya lagi, bukan hanya karena rasanya saja tetapi asal-usul tahunya bukan dari produsen lokal sekitar Surabaya, melainkan dari Jombang, Jawa Timur dan sekalinya mengambil untuk dijadikan stok kedepannya.  

Tahu kocek Bu Zizi pernah mengalami penurunan omzet, seperti saat cuaca buruk atau menjelang Ramadhan yang ritme belanja berubah. Namun, hal ini tidak menghambat penjualan tahu kocek Bu Zizi. 

“Rencana kedepannya mau nambah pilihan level kepedasannya,” ucap Pingkan. Dilihat dari banyaknya pelanggan tetap yang semakin meningkat, banyak juga pelanggan memberikan saran bahwa tingkat kepedasan bisa ditambahkan ke menu tahu kocek. Waduh! Bisa dilihat seberapa antusiasnya mereka terhadap tahu kocek Bu Zizi. 

Puncak keramaian tahu kocek Bu Zizi dimulai dari pukul empat sore hingga malam hari karena banyak sekali mahasiswa pulang dan mencari camilan saat di kos atau di rumah. Nah, ketika Ramadhan Tingkat keramaiannya dari pukul 17.00 hingga malam hari. 

Tahu kocek Bu Zizi berlokasi di Jalan Mulyosari, Surabaya (Seberang BMH). Wah! Cocok nih untuk mahasiswa maupun kalangan muda lainnya yang pengen ngemil camilan 3in1 gurih, asin, dan juga pedas jadi satu. Tertarik untuk mengunjungi?

Infografis mengenai Tahu Kocek Bu Zizi (Foto: Lovita Fatihah Fijirin)

Penulis: Lovita Fatihah Fijrin (24043010012) Editor: Dimas Fajar Maulana (24043010018)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama