Surabaya- Tingginya minat masyarakat terhadap budaya ngafe membuat Arah Coffee terus menjaga kualitas produk yang ditawarkan, mulai dari kopi hingga pastry. Konsistensi rasa, pemilihan bahan baku, serta standar produksi yang ketat menjadi beberapa faktor yang dipertahankan untuk menjaga kepuasan pelanggan.
Prasetya atau yang akrab disapa Pras telah bekerja sebagai barista di Arah Coffee selama kurang lebih empat tahun mengatakan bahwa minat masyarakat terhadap coffee shop terus meningkat, terutama di kalangan pekerja dan mahasiswa yang menjadikan kedai kopi sebagai tempat bersantai maupun bekerja.
Menurut Pras, menu best seller di Arah Coffee tidak hanya kopi, tetapi juga pastry. Untuk minuman, menu yang paling diminati pelanggan adalah kopi susu Torabika dan kopi susu gula aren. Sementara itu, untuk pastry, choco crunchy croissant menjadi salah satu pastry favorit yang sering dipesan.
Dalam menjaga daya tarik pelanggan, Arah Coffee rutin menghadirkan inovasi menu musiman atau seasonal. Menu-menu baru biasanya hadir pada momen tertentu seperti Natal maupun hari besar lainnya yang disesuaikan dengan tema dan acara yang sedang berlangsung.
Pras menjelaskan bahwa menjaga kualitas dan konsistensi rasa croissant menjadi salah satu hal terpenting dalam operasional harian. Menurutnya, proses kalibrasi, pengaturan suhu mesin, serta penerapan sistem FIFO (First In First Out) sangat berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
“Yang paling penting itu kalibrasi dan suhu mesin. Selain itu, kita juga menjalankan FIFO, jadi croissant yang matang lebih dulu harus dikeluarkan terlebih dahulu supaya tidak menumpuk dengan yang lain,” ujar Pras.
Untuk teknik peracikan kopi, Pras mengatakan bahwa keunikan Arah Coffee tidak hanya terletak pada proses penyeduhan, tetapi juga pada pemilihan beans dan creamer yang diracik secara khusus sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda.
“Kalau teknik meraciknya sebenarnya tidak terlalu berbeda, tapi yang membuat beda itu dari beans dan creamernya karena kita punya racikan sendiri,” jelasnya.
Arah Coffee juga menghadirkan konsep interior yang nyaman untuk mendukung aktivitas pelanggan, terutama bagi pekerja work from home (WFH) maupun mahasiswa yang mengerjakan tugas.
“Coffee shop ini memang didesain untuk orang-orang yang mau kerja, nugas, atau WFH supaya tetap nyaman,” ujarnya.
Tak hanya kopi, proses pembuatan croissant secara manual juga memiliki tantangan tersendiri. Pras menyebut ketepatan suhu dan kualitas adonan sangat menentukan hasil akhir croissant yang akan disajikan kepada pelanggan.
“Kalau suhunya tidak pas atau adonannya kurang bagus, raginya tidak keluar dan croissant tidak bisa mengembang dengan sempurna,” katanya.
Sebelum dipanggang, adonan croissant terlebih dahulu masuk ke mesin proofing selama kurang lebih dua hingga dua setengah jam agar proses fermentasi berjalan maksimal dan menghasilkan tekstur croissant yang lebih baik.
Upaya menjaga kualitas kopi dan croissant tersebut menjadi salah satu cara Arah Coffee mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah semakin banyaknya coffee shop yang bermunculan.
Editor: Simfoni Nayla Sehati (24043010119)

