Surabaya - Kukusan dimsum mengeluarkan uap panas mengepul diiringi suara gemericik cireng masuk ke dalam wajan dari dapur yang tidak terlalu besar. Tiga pegawai tampak sibuk menyiapkan pesanan datang silih berganti karena suasana malam dipenuhi pengunjung dan pengemudi ojek online yang menunggu pesanan di Jl. Medokan Asri G No. 20. Ruangan dipenuhi aroma cireng matang bercampur dimsum mentai hangat menjadi alasan para konsumen tergoda untuk memesannya.
Toko sederhana dihiasi lampu hangat beserta meja kayu, ditambah alunan musik merdu membuat suasana malam menjadi tenang. Toko ini menyimpan kisah perjalanan UMKM dari usaha rumahan menjadi bisnis yang digemari banyak orang.
“Ini kan produksinya dari Kertosono, Kak. Jadi, itu sudah dari lama, dari tahun 2022 mulai usaha kecil-kecilan, terus akhirnya berkembang. Kakaknya yang punya outlet ini, dia kuliah di UPN Veteran Jatim, kemudian buka cabang di Surabaya, dan ini salah satu cabangnya,” ujar Manda (22), pegawai Cireng Raysa.
Sejak awal, usaha ini dirintis secara sederhana dan berpusat dapur rumah di Kertosono pada tahun 2022. Seiring berjalannya waktu karena meningkatnya permintaan, pemilik membuka outlet offline sampai beberapa cabang, salah satunya di Surabaya. Produk cireng dan dimsum juga tersedia dalam bentuk frozen food melalui e-commerce. Adaptasi digital ini menjadi salah satu kunci kesuksesan usaha kecil tersebut karena mengikuti kebutuhan konsumen saat ini.
Kesibukan di dapur outlet tidak hanya sekadar memasak. Manda dan rekan-rekannya harus bekerja cepat, teliti, dan terkoordinasi agar setiap pesanan cireng dan dimsum dapat sampai kepada konsumen tepat waktu.
“Kalau ramai itu, ini ketepatan bulan Ramadhan, biasanya sebelum maghrib jam 16:00-17:00 WIB itu sudah ramai antrean. Kalau tidak bulan Ramadhan, itu fleksibel, sih, tapi biasanya pagi sampai siang itu sudah antre dan ramai,” kata Manda.
Saat bulan Ramadhan, antrean dapat memanjang hingga ke luar kawasan toko. Pada momen tersebut, para pengunjung tampak bercakap-cakap sambil menunggu pesanan sedangkan para pegawai bergerak cepat menyiapkan setiap kotak supaya semua pesanan dapat selesai tepat waktu.
Momen seperti inilah yang membuat seluruh pegawai harus bekerja ekstra untuk memastikan pesanan selesai tepat waktu. Tangan terasa pegal, namun semangat mereka tidak pudar karena setiap kotak yang selesai bermakna kepuasan konsumen sudah terpenuhi.
Bagi Manda, menjaga kualitas produk sangatlah penting karena berkaitan dengan kepuasan setiap konsumen juga. Untuk itu, mereka menggunakan bahan-bahan berkualitas yang ditakar sesuai kebutuhan. Para pegawai juga menyiapkan setiap masakan sesuai SOP yang berlaku agar rasa dan konsistensi setiap pesanan tetap terjaga. Kehadiran pengunjung di toko mereka menjadi tanda bahwa UMKM kecil ini mampu menjangkau calon konsumen lebih luas, tidak hanya di Kertosono saja, tetapi sampai di kota-kota sekitarnya.
Dimsum mentai beserta cireng isi ayam suwir dan keju menjadi favorit para konsumen di tempat ini. Manda menjelaskan bahwa keunggulan produknya terletak pada saus mentai yang khas dan tekstur dimsum yang berbeda dari tempat lain, sehingga setiap pesanan memiliki cita rasa dan ciri khas tersendiri.
Dimsum mentai yang keluar dari kukusan memiliki tekstur lembut dan kenyal, dilapisi saus mentai gurih sehingga membuatnya berbeda dari produk dimsum lainnya. Sementara itu, cireng isi ayam dan keju dengan ciri khas renyah di luar, lembut di dalam, serta aroma keju meleleh menjadi menu pilihan dari banyaknya konsumen baru.
Meskipun letih setelah jam padat pengunjung, Manda dan rekan-rekannya masih terlihat tersenyum. Di balik aroma cireng renyah dan uap dimsum yang mengepul, terlihat jelas bahwa kerja keras, ketelitian, kebersamaan menjadi kunci utama untuk usaha kecil ini tetap bertahan dan berkembang. Setiap kotak dimsum mentai atau cireng isi ayam keju yang keluar dari dapur bukan sekadar hasil olahan makanan saja, melainkan hasil nyata perjuangan dan dedikasi tim dalam menghadirkan kepuasan bagi setiap pelanggan.
Dari dapur kecil di Kertosono hingga membuka cabang di Surabaya, perjalanan UMKM ini mengajarkan sebuah hal, yaitu usaha sederhana yang dijalankan dengan konsistensi, inovasi, dan kebersamaan dapat menjadi sebuah kesenangan untuk banyak orang. Aroma cireng dan dimsum yang menggoda bukan hanya untuk memikat lidah konsumen, tetapi juga menjadi tanda perjuangan tim yang tak pernah padam.
Penulis: Gavrila Vanianca Lambe Patayang (24043010136)
Editor: Balkan Alif Hushi Ahmad (24043010156)
.png)