Ratusan Porsi Terjual Setiap Hari, Spesial Soto Boyolali Ini Tak Pernah Sepi Pembeli



Sejumlah pengunjung tampak mengantre untuk melakukan pemesanan di kasir, sementara pegawai melayani transaksi secara bergantian (Foto: Simfoni Nayla Sehati)

Surabaya - Soto yaitu salah satu makanan khas tradisional Indonesia yang terdiri dari kaldu beraroma rempah, dengan daging yang beragam seperti ayam, sapi, jeroan, dan sayuran. Hingga saat ini soto masih tetap menjadi makanan favorit para masyarakat Indonesia, dapat dipastikan dengan melihat salah satu tempat makan Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti yang selalu terlihat ramai akan pengunjung.

Spesial Soto Boyolali Hj. Hesti telah berdiri sejak tahun 2002. Namun pada tahun 2012, usaha ini mulai berkembang dengan membuka cabang di beberapa daerah. Di kota Surabaya sendiri, Spesial Soto Boyolali Hj. Hesti sudah memiliki sekitar 8 cabang. Visi dari usaha ini adalah menjadikan Spesial Soto Boyolali Hj. Hesti mendunia serta mensejahterakan masyarakat.

Seporsi soto hangat dengan berbagai lauk pelengkap menjadi salah satu menu yang ditawarkan kepada pengunjungn (Foto: Simfoni Nayla Sehati)

Menu utama yang ditawarkan yaitu soto ayam kampung, soto daging sapi, dan tengkleng kambing. Ciri khas soto di tempat ini menggunakan mangkok berukuran kecil dengan kuahnya yang bening, berisi nasi hangat dan pelengkap sayuran seperti tauge dan daun seledri. Selain menu utama, disini juga menyediakan berbagai gorengan dan sate satean sebagai makanan pendamping. Best seller dari soto ini ada pada menu soto ayam kampung, yang biasanya dalam sehari bisa menghabiskan cukup banyak porsi.

Tak pernah sepi, tempat ini selalu terlihat ramai oleh pengunjung yang datang terus menerus. Meski begitu, antrian tidak berlangsung lama karena karyawan bekerja dengan cukup cepat. Beberapa pengunjung tampak sedang menikmati soto secara langsung di tempat, sementara karyawan terlihat sibuk melayani. Pelanggan berasal dari berbagai segmen, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga keluarga. 

“Bahkan sempat kedatangan bule, dan juga beberapa wisatawan yang lagi jalan-jalan di sekitar sini pasti mampir ke SSB cabang Jalan Musi karena harganya yang cukup terjangkau,” ujar Fadilah, Salah satu karyawan SSB. Selain berada di Jalan Musi, di kota Surabaya sendiri SSB juga memiliki beberapa cabang lain yang tersebar, diantaranya di wilayah Wiyung, Anjasmoro, Slamet, Nginden, Gayungsari, Medokan Asri Timur, hingga Raya Prapen.

Harga soto sendiri dijual mulai dari Rp10.000, sedangkan gorengan dijual mulai dari Rp2.000. Hal ini menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat sehingga banyak pelanggan yang datang kembali karena harga yang ramah di kantong. Selain itu juga memiliki cita rasa yang khas dengan kuah bening yang gurih, serta tempat yang cukup nyaman dengan nuansa rumah adat joglo khas Jawa Tengah dan staff yang selalu tersenyum ramah.

Sejak awal usaha ini berdiri hingga sekarang, SSB memang jarang terlihat sepi pengunjung. “Untuk waktu ramainya pada hari biasa (Senin-Jumat) biasanya terjadi saat jam makan siang sekitar pukul 12.00-13.00, serta malam hari setelah adzan maghrib. Sedangkan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu), tempat ini cenderung ramai sejak pagi hari,” ungkap Fadilah.

Selain itu, jumlah porsi yang terjual setiap hari juga terbilang cukup besar. “Dalam satu hari, kita biasanya bisa habis sekitar 300-500 porsi,” ungkap Pandi.

Aneka lauk seperti sate, gorengan, dan olahan lainnya ditampilkan di etalase untuk melengkapi hidangan utama pengunjung (Foto: Simfoni Nayla Sehati)

Sementara itu, gorengan yang tersediakan di etalase selalu dalam kondisi hangat, terlihat dari uap yang masih mengepul dan aroma harum yang terasa di area tempat makan. Etalase pun tidak pernah kosong karena pelanggan terus menerus mengambil gorengan dan sate-satean, para karyawan pun segera menggantinya dengan yang baru.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, mulai dari harga yang ramah di kantong hingga cita rasa khas yang konsisten, Soto Seger Boyolali Hj. Hesti tetap menjadi destinasi kuliner favorit yang terus menarik minat masyarakat hingga saat ini.




Infografis Mengenai
Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti (Foto: Simfoni Nayla Sehati)

Penulis: Simfoni Nayla Sehati (24043010119)
Editor: Dwi Andyni Nalaludin (24043010283)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama