Berawal dari kedai lesehan kecil, kini Pecel Bu Tami menjadi Hidden Gem Favorit pelajar di Surabaya Timur!


Tampak depan Kedai Pecel Bu Tami (Foto: Daimler Mahendra)

Surabaya - Berbicara mengenai kuliner hidden gem di Surabaya Timur, tidak lengkap rasanya jika tidak menyebut Pecel Bu Tami. Berlokasi di Jl. Rungut Alang-Alang, Kali Rungkut, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Kedai Pecel Bu Tami ini telah menjadi destinasi wajib bagi para pelajar dan pekerja di malam hari.

Didirikan langsung oleh Bu Tami pada tahun 2022-an, Pecel Bu Tami berhasil mempertahankan eksistensinya selama bertahun-tahun. Bermula dari kedai lesehan, kini Pecel Bu Tami telah berkembang dan memiliki ruko sendiri seperti depot. 

Meskipun zaman terus berubah dan teknologi masak semakin canggih, teknik memasak di Pecel Bu Tami tetap dipertahankan secara tradisional menggunakan cobek dan ulekan manual. Hal inilah yang menjadi kunci utama mengapa aroma dan rasa yang dihasilkan memiliki ciri khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Penggunaan teknologi ulekan ini sejalan dengan konsep slow bar, di mana pembuatan hidangan dilakukan dengan lebih hati-hati dan tidak terburu-buru, memprioritaskan kualitas rasa di atas kecepatan penyajian semata.

Proses mengulek bumbu secara mendadak saat dipesan memungkinkan interaksi yang lebih personal antara penyaji dan konsumen. Orang yang datang tidak hanya sekadar membeli makanan, mereka juga menikmati bagaimana keahlian tangan dalam meracik bumbu kacang yang khas menjadi tontonan tersendiri. Dedikasi terhadap teknik tradisional ini membantu Pecel Bu Tamu mempertahankan identitas uniknya sebagai kuliner hidden gem Surabaya timur yang sudah ada sejak tahun 2022-an.

Bu Tami, narasumber dari kuliner hidden gem tersebut, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan beliau terletak pada kontrol kualitas yang ketat. 

"Meskipun saya jual nya murah, tapi setiap hari bahan bahan disini saya pakai yang terbaik untuk memastikan rasanya tetap enak," ujarnya.

Menu yang ditawarkan pun sangat fokus dan sederhana, yakni hanya pecel, dan aneka penyetan. Fokus pada menu yang terbatas justru membuat Pecel Bu Tami  mampu memberikan kualitas rasa yang maksimal dan harga yang minimal di setiap porsinya.

Di tengah booming berbagai pilihan kuliner baru di Surabaya, persaingan menjadi tantangan terbesar bagi bisnis ini. Namun, Pecel Bu Tami  memiliki strategi tersendiri untuk tetap menjadi pilihan utama pelanggan dari semua kalangan.

“Saya jual pecel murah ini karena dulu pernah beli pecel mahal banget, tapi rasanya ga enak nyo. Makanya saya dapat ide buat jualan pecel yang murah tapi kualitas rasa nya tetap enak, dan bahan yang saya pakai juga yang bagus, jadi pelanggan itu balik lagi,” ujar Bu Tami.

Bagi masyarakat Surabaya timur yang ingin menikmati kelezatan bumbu kacang khas Bu Tami, kedai ini mulai melayani pelanggan dari pukul 17.00 hingga 00.00 WIB.

Suasana autentik di kedai Pecel Bu Tami tetap menjadi daya tarik utama. Tak heran jika ulasan positif terus mengalir di media sosial, memberikan label "approved" secara alami dari para pencinta kuliner yang menghargai ketulusan dalam sepiring pecel.

Infografis mengenai Pecel Bu Tami (Foto: Daimler Mahendra)



Penulis: Daimler Mahendra Rakawardhana (24043010127)
Editor: Massanawa Danartama (24043010095)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama