![]() |
| Suasana asri di sekitar area (Foto:Dimas Fajar) |
Surabaya- Di sudut pinggir kota Surabaya terdapat satu daerah yang menyajikan berbagai cemilan anak muda. Tepatnya ada di daerah Gunung Anyar, Surabaya di timur kampus UINSA Surabaya menjadi salah satu spot kulineran anak muda. Banyak pedagang kaki lima menjajakan daganganya baik makanan ringan, berat atau minuman. Lokasi yang strategis dekat kampus dan perbatasan dengan Sidoarjo membuat kawasan ini ramai dikunjungi pelanggan di sore hari oleh mahasiswa ataupun orang pulang bekerja.
Salah satu yang dicari dari tempat yang ada disini adalah pengunjung membeli cemilan adalah membeli suasana. “Ya kalo orang dateng sih pertama kali yang dinotice pasti suasananya sih mas,” ungkap Ahmad yang merupakan salah satu pedagang di sana. Suasana terbuka tanpa terhalang tembok merupakan suasana yang jarang ditemui di Surabaya
Lokasi ini sangat strategis, selain berada di samping jalan raya dan dekat juga dengan pemukiman penduduk. Banyak anak-anak bermain layang-layang di daerah sekitar sini karena adanya tanah lapang. Sontak suasana seperti ini pun dapat menjadi obat rindu bagi perantau karena suasana yang tampak menyenangkan tanpa beban.
Banyak sekali jenis makanan yang dijual di sini, diantaranya ada lontong balap, croissant, roti bakar, ada juga minum-minuman kemasan dan bila beruntung akan bertemu pedagang kaos thrift. Kawasan ini selalu dipadati pedagang dari berbagai daerah dan menjadi semacam pasar mendadak.
Daerah ini biasa mulai ada pengunjung dan pedagang mulai dari jam 3 hingga jam 6. Namun tak jarang ada juga beberapa yang memilih tetap disana hingga malam. Rentan waktu sore antar jam 3-6 adalah dimana volume kendaraan begitu banyak dimana itu adalah jam pulang kerja, sekolah, dan kuliah menumpuk menjadi satu
“Biasanya mulai dari jam tiga hingga jam 6 sih ramenya karna kan jam itu orang pulang kegiatan ya jaadi sekalian mampir,” imbuh Ahmad. Suasana yang asri menjadikan tempat ini sebagai tempat rehat sejenak setelah seharian berkegiatan.
Dominasi pengunjung adalah anak muda dan kaum pekerja dimana banyak dari mereka yang ingin sekedar melepas penat dan menikmati suasana. Ada yang sekedar singgah sejenak ataupun jalan-jalan kulineran dengan keluarga.
Lokasi usaha yang berada di samping jalan tentu memiliki segudang resiko.“Ya kadang ada orang kecelakaan, orang berantem lumayan sering,” terang Ahmad. Dimanapun dan apapun tindakan pasti memiliki resikonya masing-masing. Seharian berkegiatan di jalan harus dibarengi juga dengan kepala dingin karena tujuan utama adalah pulang dengan selamat.
Salah satu hal fundamental untuk membuat suatu produk punya banyak penggemar adalah dengan memiliki strategi pemasaran yang baik. Tiktok adalah salah satu media yang dimiliki oleh Ahmad untuk memasarkan produknya.“Sebelum berangkat biasanya bikin konten mau jualan dimana buat ngasih tau followers biar mereka dateng,” imbuh Ahmad.
Dengan segala keunggulan suasana yang sejuk, jauh dari gedung dan hiruk pikuk kota, tempat ini tetap memiliki beberapa kekurangan salah satunya adalah terkait sampah. Tak dapat dipungkiri dengan jumlah pengunjung yang lumayan banyak dan tidak adanya ketersediaaan tempat sampah membuat tempat ini kurang enak dipandang dari segi kebersihan.
Sebagian besar pengunjung merupakan orang pulang kampus dan pulang bekerja. Mereka menepi sejenak kesini untuk sekedar mencari angin segar dan menikmati sunset. Tempat ini sangat pas untuk menjadi tempat singgah dan sejenak melupakan masalah.
Penulis :Dimas Fajar Maulana (24043010018)
Editor :Lovita Fatihah Fijrin (24043010012)

_20260603_231134_0000.png)