Di Tengah Panas Surabaya, Es Puter Ini Jadi Andalan Mahasiswa UPN

Penjual Es Puter Afdhol tampak sedang menyiapkan pesanan pelanggan (Foto: Simfoni Nayla Sehati)

Surabaya — Ramainya mahasiswa yang mencari camilan segar setelah kuliah menjadikan Es Puter Afdhol sebagai salah satu kuliner andalan yang cukup dikenal di kawasan kampus UPN “Veteran” Jawa Timur. Lokasinya yang berada tepat di depan pintu 3 UPN, membuat es puter ini hampir selalu ramai pembeli, terutama saat cuaca Surabaya sedang diterjang musim kemarau dengan hawa panas terik seperti saat ini.

Pak Rofi’i selaku karyawan Es Puter Afdhol cabang UPN mengatakan bahwa jam ramai biasanya terjadi pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, ketika mahasiswa mulai selesai kelas dan mencari camilan segar. Menurutnya, mayoritas pembeli memang berasal dari mahasiswa UPN karena lokasi jualannya yang strategis dan berada tepat di area kampus.

“Kalau siang cuaca panas begini memang ramai mahasiswa yang beli. Apalagi lokasinya pas depan kampus,” ujar Pak Rofi’i.

Es Puter Afdhol telah berjualan di kawasan UPN selama kurang lebih dua tahun. Sebelum menetap di depan kampus, usaha tersebut sempat berjualan di kawasan Rungkut Asri Timur, tepatnya di depan minimarket. Menurut Pak Rofi’i, kawasan kampus dipilih karena memiliki potensi pembeli yang besar. Selain itu, lokasi tersebut juga dikenal sebagai area kuliner yang ramai dan sering dikunjungi mahasiswa.

“Awalnya yakin kalau jualan di daerah kampus pasti ramai, karena mahasiswanya banyak dan tempat ini memang jadi area kuliner juga,” ujarnya.

Berbeda dengan minuman modern yang kini banyak bermunculan, Es Puter Afdhol tetap mempertahankan cita rasa tradisional yang telah menjadi ciri khasnya. Setiap hari, es puter dibuat mandiri mulai dari proses memutar adonan hingga membeku dan menghasilkan tekstur lembut yang khas. Setelah stok habis terjual, proses pembuatan kembali dilakukan pada hari berikutnya untuk menjaga kesegaran produk.

“Kami pakai santan dan gula sebagai bahan dasar. Untuk rasanya juga menggunakan buah asli, bukan perasa buatan,” kata Pak Rofi’i.

Hidangan Es Puter Afdhol varian coklat (Foto: Simfoni Nayla Sehati)

Varian rasa yang paling diminati pelanggan adalah durian. Selain durian, terdapat juga rasa kelapa muda, coklat, dan nangka yang menjadi menu wajib tersedia setiap hari. Sementara rasa pelengkap lainnya terdiri dari alpukat, ketan hitam, vanila, dan stroberi.

“Kalau yang paling favorit tetap durian. Dari dulu sampai sekarang mahasiswa sukanya rasa itu,” kata Pak Rofi’i.

Selain menawarkan berbagai pilihan rasa, Es Puter Afdhol juga dikenal dengan harganya yang terjangkau di kalangan mahasiswa. Untuk ukuran cup kecil dijual mulai dari Rp6.000, cup sedang Rp13.000, dan cup besar Rp16.000. Tak hanya dijual per cup, Es Puter Afdhol juga menyediakan kemasan thinwall ukuran 650 ml seharga Rp35.000 dan ukuran 1000 ml dengan harga Rp45.000 yang cocok dinikmati bersama teman maupun keluarga.

“Kalau sehari biasanya habis sekitar 200 porsi. Yang paling banyak ukuran kecil, sekitar 100 cup, sedangkan ukuran sedang dan besar masing-masing sekitar 50 cup,” ujar Pak Rofi’i.

Tingginya minat pembeli membuat es puter ini cukup dikenal di kalangan mahasiswa. Bahkan, ketika tidak berjualan selama sehari, sejumlah mahasiswa sering menanyakan keberadaan penjual dan alasan Es Puter Afdhol tidak buka seperti biasanya.

“Pernah sehari nggak jualan, besoknya banyak mahasiswa tanya kemarin kemana kok nggak jualan,” ujarnya.

Selain dikenal karena rasanya, Es Puter Afdhol juga identik dengan penjualannya yang menggunakan kendaraan tosa. Meski demikian, usaha ini telah memiliki beberapa cabang yang tersebar di wilayah Surabaya hingga Tropodo, dengan konsep penjualan menggunakan stand maupun tosa.

Di tengah maraknya minuman kekinian, Es Puter Afdhol tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kuliner favorit mahasiswa UPN. Cita rasa tradisional, harga yang terjangkau, serta kesegarannya menjadikan es puter ini cocok dinikmati saat cuaca panas di Surabaya.

Infografis mengenai Es Puter Afdhol (Foto: Simfoni Nayla Sehati)

Penulis: Simfoni Nayla Sehati (24043010119)
Editor: Dwi Andyni Nalaludin (24043010283)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama